Kapal Nelayan KM Safira Jaya Tenggelam di Perairan Tambelan, Seluruh Awak Selamat

Kapal nelayan jenis pompong bernama KM Safira Jaya dilaporkan tenggelam di perairan utara Pulau Tambelan, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Senin (5/1/2026) dini hari.
Kapal nelayan jenis pompong KM Safira Jaya dilaporkan tenggelam di perairan utara Pulau Tambelan, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Senin (5/1/2026) dini hari. (F-Ist Polsek Tambelan)

Bintan (SN) – Sebuah kapal nelayan jenis pompong bernama KM Safira Jaya dilaporkan tenggelam di perairan utara Pulau Tambelan, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Senin (5/1/2026) dini hari. Meski sempat menegangkan, seluruh awak kapal berhasil selamat dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kapolsek Tambelan Ipda Abdul Rahman membenarkan kejadian itu. Ia memastikan seluruh awak kapal telah ditemukan dalam kondisi selamat.

“Benar telah terjadi insiden kapal nelayan tenggelam di perairan Tambelan. Alhamdulillah, seluruh awak kapal selamat dan tidak ada korban jiwa,” ujar Ipda Abdul Rahman.

Informasi tenggelamnya kapal pertama kali diterima kepolisian dari seorang warga Tambelan bernama Rahmat Parwandi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Tambelan langsung berkoordinasi dengan para nelayan setempat melalui radio komunikasi. Dari hasil koordinasi itu diketahui kapal tersebut milik Muli Warman, yang juga bertindak sebagai nahkoda.

KM Safira Jaya diketahui tenggelam di sekitar 40 mil laut arah utara Pulau Tambelan. Saat kejadian, kapal mengangkut lima orang, yakni Muli Warman selaku nahkoda serta empat anak buah kapal (ABK) bernama Iwan Kusnadi, M. Fadhil, El, dan Wahyu.

Berdasarkan keterangan nahkoda, kapal berangkat dari Pulau Tambelan pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB menuju lokasi memancing. Setelah memancing hingga sore hari, awak kapal berpindah lokasi untuk mencari umpan di perairan sekitar 17 mil dari titik awal.

Namun pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 00.30 WIB, saat kapal kembali menuju lokasi memancing, salah satu ABK merasakan kejanggalan. Setelah diperiksa, lambung kapal ternyata telah kemasukan air. Awak kapal sempat berupaya menyelamatkan kapal dengan membuang muatan agar lebih ringan, tetapi kondisi kapal terus memburuk.

Melihat situasi semakin darurat, awak kapal akhirnya melepaskan fiber berkapasitas besar. Tiga orang, yakni Muli Warman, Iwan Kusnadi, dan Wahyu, berhasil naik ke fiber tersebut. Sementara dua ABK lainnya, M. Fadhil dan El, bertahan menggunakan penutup fiber karena gelombang dan angin saat itu cukup kuat.

Sekitar 10 menit kemudian, KM Safira Jaya pun tenggelam sepenuhnya. Tiga awak kapal berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sementara dua ABK lainnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan berbeda pada Senin pagi di perairan Tambelan.

Pihak kepolisian memastikan seluruh awak kapal telah dievakuasi dengan aman. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan pemilik kapal mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp400 juta. (SN)

Editor : Emha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *