Di Balik Jeruji, Cahaya Ramadan Menyala: Harapan Baru Bagi Bina Muslimah Rutan Tanjungpinang

Program kajian rutin Bina Muslimah kembali menghadirkan suasana haru dan penuh makna di Rumah Tahanan Negara Kelas I Tanjungpinang. Kegiatan digelar di Masjid At Taubah dilingkungan rutan pada Kamis (12/2/2026). (F-Ist Kenenag Tpi)

Tanjungpinang (SN) – Program kajian rutin Bina Muslimah kembali menghadirkan suasana haru dan penuh makna di Rumah Tahanan Negara Kelas I Tanjungpinang. Pembinaan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam penguatan spiritual warga binaan perempuan ini digelar di Masjid At Taubah pada Kamis (12/2/2026) lalu, sebagai persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Di balik tembok rutan, lantunan ayat suci dan tausiah penuh makna menghadirkan ketenangan tersendiri. Sebanyak 18 warga binaan muslimah duduk bersaf rapi, menyimak dengan khidmat setiap pesan yang disampaikan.

Kajian kali ini menghadirkan pemateri dari KUA Kecamatan Tanjungpinang Kota, Ustazah Rina Wati, yang membawakan materi bertajuk “Tips Bahagia Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.” Turut hadir pula penyuluh agama Islam Kecamatan Tanjungpinang Kota, Sasmarni, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan rohani warga binaan.

Dalam tausiahnya, Ustazah Rina Wati mengajak para jemaah menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri yang hakiki. Ia menekankan pentingnya meluruskan niat, meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak istighfar, serta menjaga hati agar senantiasa dipenuhi rasa syukur dan harapan.

“Ramadan adalah kesempatan Allah memberikan ruang bagi kita untuk memperbaiki diri. Kebahagiaan sejati bukan pada keadaan, tetapi pada hati yang dekat dengan Allah,” pesannya lembut namun penuh ketegasan, menyentuh relung hati para jemaah.

Suasana kajian berlangsung khidmat namun tetap hangat. Beberapa warga binaan tampak mengangguk pelan, sebagian lainnya menitikkan air mata haru. Interaksi aktif terlihat saat sesi penyampaian materi, menunjukkan antusiasme dan kerinduan mereka akan siraman rohani.

Pertanyaan demi pertanyaan mengalir, mencerminkan semangat untuk memahami dan mengamalkan ilmu yang diperoleh.

Bagi para warga binaan, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga ruang refleksi dan harapan baru. Di tengah keterbatasan, mereka diajak untuk melihat bahwa pintu ampunan dan kesempatan memperbaiki diri selalu terbuka. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan penguatan iman menjadi bekal penting dalam menjalani masa pembinaan.

Program pembinaan keagamaan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga membangun mental yang lebih kuat serta menumbuhkan optimisme untuk menatap masa depan. Ramadan diyakini menjadi titik awal perubahan membentuk pribadi yang lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan. Saling bersalam-salaman antar warga binaan muslimah menjadi simbol kebersamaan dan saling memaafkan dalam menyongsong bulan suci. Senyum yang merekah dan tatapan penuh harapan menggambarkan tekad untuk memulai lembaran baru. (***)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *