Dari Wakaf untuk Belat: Ratusan Mushaf Al-Qur’an Siap Menjadi Cahaya

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Belat, H. Mukhrizal, S.Ag., bersama para pegawai KUA menerima penyerahan 300 mushaf Al-Qur’an dari Badan Wakaf Al-Qur’an, Jumat (13/2/2026). (F-Kemenag Karimun)

– 300 Mushaf Al-Qur’an Mengalir ke Masjid dan Surau Belat

Karimun (SN) – Angin laut berembus pelan di Pelabuhan Desa Sebele, Jumat (13/2/2026), seolah ikut menyaksikan sebuah momen yang sarat makna. Di tengah suasana sederhana namun penuh kekhidmatan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Belat, H. Mukhrizal, S.Ag., bersama jajaran pegawai KUA menerima amanah 300 mushaf Al-Qur’an dari Badan Wakaf Al-Qur’an.

Tak ada panggung megah atau seremoni berlebihan. Hanya wajah-wajah tulus, tangan-tangan yang saling berjabat, serta hati yang dipenuhi rasa syukur. Di pelabuhan kecil itulah, lembar demi lembar kalam Ilahi berpindah tangan membawa cahaya bagi masyarakat Belat.

Penyaluran 300 mushaf Al-Qur’an ini merupakan wujud nyata kepedulian dan dukungan terhadap syiar Islam. Bagi masyarakat Kecamatan Belat, terutama di desa-desa yang masih terbatas sarana ibadah dan pembelajaran keagamaannya, kehadiran mushaf baru bukanlah hal sepele.

Ia adalah harapan. Ia adalah jembatan ilmu bagi anak-anak yang belajar mengeja huruf hijaiyah, bagi para santri yang menekuni hafalan, serta bagi para orang tua yang ingin memperbaiki bacaan di usia senja.

H. Mukhrizal, tampak terharu saat menerima bantuan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada para wakif dan Badan Wakaf Al-Qur’an yang telah mempercayakan amanah ini kepada KUA Kecamatan Belat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. InsyaAllah mushaf-mushaf ini akan kami distribusikan ke masjid, surau, serta lembaga pendidikan keagamaan di seluruh wilayah Kecamatan Belat. Semoga menjadi amal jariyah yang tak terputus bagi para wakif, dan membawa keberkahan bagi masyarakat dalam meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” tuturnya dengan penuh harap.

Ia menambahkan, mushaf yang diterima tidak akan berhenti sebagai simbol. Seluruhnya akan segera disalurkan secara merata agar manfaatnya benar-benar dirasakan. Dari masjid di pusat kecamatan hingga surau kecil di pelosok desa, dari TPA hingga madrasah diniyah, semua diharapkan dapat merasakan sentuhan kebaikan dari wakaf ini.

Lebih dari sekadar bantuan fisik, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat berbagi dan gotong royong dalam kebaikan masih tumbuh subur. Sinergi antara lembaga keagamaan dan lembaga sosial keumatan terbukti mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah derasnya arus zaman dan tantangan moral yang kian kompleks, penguatan literasi Al-Qur’an menjadi kebutuhan mendesak. Membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga fondasi dalam membangun generasi yang berakhlak dan berkarakter.

Momentum di Pelabuhan Desa Sebele siang itu menjadi saksi bahwa cahaya Al-Qur’an terus dijaga dan diwariskan. Ratusan mushaf yang diserahkan bukan sekadar buku ia adalah sumber petunjuk, penyejuk hati, dan penerang langkah.

Harapannya, setiap huruf yang dibaca dari mushaf-mushaf tersebut akan menjadi pahala yang mengalir tanpa henti bagi para pewakaf. Setiap ayat yang dihafal oleh anak-anak Belat akan menjadi saksi kebaikan. Dan setiap nilai yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari akan memperkuat sendi-sendi keimanan masyarakat.

Dari pelabuhan kecil di Desa Sebele, cahaya itu kini bersiap menyebar mengetuk pintu-pintu masjid, mengisi rak-rak surau, dan hadir di ruang-ruang belajar. Sebuah langkah kecil yang mengandung makna besar: menjaga agar kalam Ilahi tetap hidup di hati umat. (***)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *