Bintan (SN) – Pemerintah Kabupaten Bintan memperkuat pengamanan jelang rangkaian hari besar keagamaan melalui Rapat Koordinasi Forkopimda yang digelar Rabu (18/2/2026) di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan. Fokus utama rapat ini adalah memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Imlek, Cap Go Meh, serta ibadah Ramadan.
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan dan dihadiri unsur TNI/Polri, BMKG, Ketua DPRD, serta pimpinan instansi terkait. Kehadiran lintas sektor ini menjadi sinyal kuat bahwa pengamanan momentum keagamaan bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan agenda strategis yang membutuhkan koordinasi menyeluruh.
Dalam arahannya, Roby mengapresiasi sinergi Forkopimda yang selama ini mampu menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif. Namun ia mengingatkan, kewaspadaan tidak boleh kendor. Selain potensi gangguan kamtibmas saat perayaan berlangsung, pemerintah juga menyoroti ancaman gejolak harga bahan pokok yang kerap muncul menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Stabilitas keamanan tidak hanya soal ketertiban di lapangan, tetapi juga stabilitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia meminta aparat penegak hukum bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan distribusi dan harga bahan pokok. Langkah ini penting untuk mencegah praktik penimbunan maupun kenaikan harga tidak wajar yang dapat memicu keresahan sosial.
Terkait puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh pada 6 Maret di wilayah utara Bintan, Roby mengusulkan agar teknis pelaksanaan dimusyawarahkan secara matang. Salah satu opsi yang mengemuka adalah pelaksanaan pawai setelah Salat Tarawih, sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah Ramadan, tanpa mengurangi semangat perayaan dan toleransi.
“Kita mencari solusi terbaik agar seluruh umat beragama dapat merasakan kenyamanan dalam beribadah maupun merayakan hari besar keagamaan di Kabupaten Bintan,” ujarnya.
Tak hanya aparat, pemerintah juga melibatkan masyarakat. Bupati meminta Sekda Bintan menyampaikan imbauan hingga tingkat RT/RW agar warga turut aktif menjaga keamanan lingkungan. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci deteksi dini terhadap potensi gangguan ketertiban.
Selain itu, Pemkab Bintan akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta harga terkendali. Upaya ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah potensi gesekan sosial akibat persoalan ekonomi. (***)

