Example 728x250
BatamEKONOMI

BP Batam Dorong Data Centre Bangun SWRO, Jaga Pasokan Air untuk Masyarakat

5
×

BP Batam Dorong Data Centre Bangun SWRO, Jaga Pasokan Air untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan industri data centre yang membutuhkan air dalam jumlah besar harus memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO, sehingga tidak menambah beban sumber air baku yang selama ini digunakan masyarakat. (F-BP Batam)

Batam (SN) – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong setiap pengembangan kawasan industri data centre, khususnya di Kabil dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, untuk membangun instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau teknologi desalinasi air laut secara mandiri.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih.

Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan industri data centre yang membutuhkan air dalam jumlah besar harus memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO, sehingga tidak menambah beban terhadap sumber air baku yang selama ini digunakan masyarakat.

“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,” kata Amsakar di Batam Centre, Rabu (23/9/2026).

Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, kapasitas produksi air melalui SWRO di Batam diproyeksikan mencapai sekitar 750 liter per detik pada tahap awal. Kapasitas tersebut ditargetkan terus meningkat hingga sekitar 1.000 liter per detik, melalui pembangunan SWRO di kawasan KEK Nongsa dan kawasan industri Kabil.

Dari sekitar 10 rencana pengembangan data centre di Batam, satu di antaranya telah beroperasi dan menyatakan dukungan terhadap kebijakan pembangunan SWRO secara mandiri. Pengembangan skema serupa juga akan diikuti oleh data centre lainnya.

Menurut Amsakar, langkah tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memastikan pertumbuhan industri tidak mengurangi ketersediaan air bagi masyarakat.

“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan,” ujarnya.

Berpeluang Dukung Kebutuhan Masyarakat

Keberadaan instalasi SWRO tidak hanya berpotensi memenuhi kebutuhan operasional industri. Jika kapasitas produksi air hasil pengolahan melebihi kebutuhan data centre, kelebihannya berpeluang dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Namun, pemanfaatan tersebut tetap akan mempertimbangkan kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan, serta kesiapan jaringan distribusi.

“Jadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,” kata Amsakar.

Menurutnya, pengembangan SWRO menjadi salah satu langkah strategis untuk mencari sumber air baru seiring meningkatnya kebutuhan Batam sebagai kawasan investasi sekaligus kota yang terus berkembang.

Di sisi lain, sektor data centre dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur ekonomi Batam ke depan. Pertumbuhannya diharapkan turut mendorong sektor konstruksi, kebutuhan tenaga kerja profesional, serta berbagai industri dan jasa pendukung sehingga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *