Example 728x250
Berita KepriTanjungpinang

Jelang Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa, Gubernur Ansar Ziarah ke Makam Raja Ali Haji

5
×

Jelang Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa, Gubernur Ansar Ziarah ke Makam Raja Ali Haji

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Sekda Provinsi Kepri Misni ziarah ke makam para tokoh penting sejarah dan kebudayaan Melayu, Rabu (23/9/2026) sore, menjelang pelaksanaan groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat. (F-Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Menjelang pelaksanaan groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni melakukan ziarah ke makam para tokoh penting sejarah dan kebudayaan Melayu, Rabu (23/9/2026) sore.

Sebelum berziarah, Gubernur Ansar bersama Sekdaprov Misni terlebih dahulu meninjau sejumlah persiapan di Balai Adat Pulau Penyengat. Dari lokasi tersebut, rombongan kemudian menuju Makam Engku Puteri untuk memanjatkan doa.

Ziarah dilanjutkan ke Makam Raja Ali Haji. Di kedua makam tersebut, Gubernur bersama rombongan memanjatkan doa sekaligus memberikan penghormatan kepada para pendahulu yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah dan kebudayaan Melayu.

Bagi Gubernur Ansar, ziarah tersebut memiliki makna khusus. Terlebih, Pulau Penyengat merupakan salah satu kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, perkembangan bahasa, sastra, dan kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau.

“Kita berziarah dulu, mendoakan para pendahulu kita. Mudah-mudahan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa ini juga mendapat keberkahan dan bisa menjadi warisan untuk generasi kita ke depan,” kata Ansar.

Nama Raja Ali Haji sendiri tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan bahasa Melayu. Tokoh yang dikenal melalui karya-karya sastra dan pemikirannya itu telah memberikan kontribusi penting terhadap khazanah bahasa dan sastra Melayu yang berkembang di Pulau Penyengat.

Karena itu, ziarah ke makam Raja Ali Haji tidak sekadar menjadi rangkaian kegiatan menjelang groundbreaking. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat akan jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar penting bagi perkembangan bahasa dan kebudayaan Melayu.

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus sarana untuk mengenalkan perjalanan sejarah perkembangan bahasa kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari upaya menjaga sejarah dan identitas kebahasaan Kepulauan Riau agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Karena itu, kelancaran proses pembangunan membutuhkan persiapan yang terencana serta dukungan berbagai pihak,” ujar Ansar.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau untuk memberikan dukungan dan doa agar pembangunan Museum dan Monumen Bahasa dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Dengan adanya dukungan masyarakat, kita harapkan proses pembangunannya berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” harapnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *