Example 728x250
Batam

Amsakar: Inovasi Pemko Batam Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

8
×

Amsakar: Inovasi Pemko Batam Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Walikota Batam, Amsakar Achmad, bersama Forkopimda Batam dan pemenang BIA 2026 usai penyerahan piala dan piagam di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Kamis (10/9/2026). (F-Diskominfo Batam)

Batam (SN) – Walikota Batam Amsakar Achmad menegaskan, inovasi dalam pemerintahan tidak boleh berhenti pada gagasan maupun seremoni, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka Puncak Penganugerahan Batam Innovation Award (BIA) 2026 sekaligus meluncurkan Batam Policy Lab di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Kamis (10/9/2026).

Menurut Amsakar, pola kerja konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab tuntutan pelayanan publik di era digital. Birokrasi harus mampu beradaptasi melalui inovasi yang produktif, kreatif, efisien, dan dapat diterapkan secara nyata.

“Di era saat ini, tanpa inovasi kita akan sangat lambat dan tidak responsif. Kerja berorientasi inovasi memberikan nilai tambah serta efisiensi nyata bagi pelayanan masyarakat. Inovasi yang diciptakan pun harus berdampak positif untuk masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para penerima penghargaan agar tidak berhenti berinovasi setelah mendapatkan apresiasi. Setiap inovasi harus terus dikembangkan dan diterapkan secara konsisten.

“Jangan sampai inovasi hanya berhenti pada saat menerima penghargaan. Setelah ini harus terus dimodifikasi, dikembangkan, dan diimplementasikan secara konsisten sehingga benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.

Amsakar menyebut penguatan inovasi dan digitalisasi pelayanan turut mendukung pembangunan Batam. Sejumlah terobosan seperti tapping box untuk optimalisasi pendapatan daerah dan digitalisasi perizinan melalui I-Boss menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan.

Ia mengatakan realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp35 triliun, sementara pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama mencapai 7,25 persen.

“Ajang BIA 2026 ini diharapkan mampu menyebarkan semangat Need for Achievement atau motivasi berprestasi ke seluruh jajaran ASN Pemko Batam. Dengan kerja cerdas dan kolaborasi bersama Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat, Batam siap membawa inovasi daerah ini bersaing di tingkat nasional,” kata Amsakar.

Sementara itu, Kepala Brida Kota Batam Efrius menyampaikan partisipasi BIA 2026 meningkat signifikan. Tahun ini tercatat 202 inovasi dari 180 pengusul, meningkat dibandingkan 2025 yang hanya 118 inovasi dari 78 pengusul.

Peserta berasal dari 32 perangkat daerah, 22 UPTD, 24 SMP, 24 SD, dan enam kelurahan. Dari jumlah tersebut, 106 merupakan inovasi berbasis digital dan 96 inovasi nondigital.

Penguatan inovasi juga terlihat dari keikutsertaan Batam dalam Innovative Government Award (IGA) 2026, dengan jumlah inovasi yang didaftarkan meningkat menjadi 154, dari sebelumnya 41 inovasi.

Dalam BIA 2026, penghargaan diberikan dalam tujuh kategori. Bapenda Kota Batam meraih juara I Inovasi Digital Terbaik sekaligus OPD Terinovatif. Sementara SMP Negeri 12 Batam menjadi juara I Inovasi Non-Digital Terbaik, UPT Puskesmas Lubuk Baja sebagai UPT Terinovatif, Kelurahan Kampung Pelita sebagai Kelurahan Terinovatif, SMP Negeri 29 Batam sebagai SMP Terinovatif, serta SD Negeri 006 Batu Aji sebagai juara I SD dan TK Terinovatif.

Pada kesempatan yang sama, Pemko Batam meluncurkan Batam Policy Lab, sebuah inovasi tata kelola nonstruktural yang diprakarsai Brida. Wadah ini dirancang untuk mendukung perumusan kebijakan pemerintah berbasis riset dan data terpadu.

Puncak BIA 2026 ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan dana pembinaan. Juara I masing-masing kategori memperoleh Rp10 juta, juara II Rp8 juta, juara III Rp6 juta, dan juara harapan I Rp4 juta. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *