Example 728x250
Berita KepriBintanHUKRIM

Kampanye “Payung Teduh” Digelorakan, Bintan Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

5
×

Kampanye “Payung Teduh” Digelorakan, Bintan Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
Kampanye Perlindungan Perempuan dan Anak Tahun 2026 yang digelar Forum Anak Kabupaten Bintan bersama Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3KB Kabupaten Bintan, Sabtu (8/8/2026). (F-Pemkab Bintan)

Bintan (SN) – Upaya mewujudkan Kabupaten Bintan sebagai daerah yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak terus diperkuat. Pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat mendorong kesadaran bahwa perlindungan dari kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.

Semangat tersebut digaungkan melalui Kampanye Perlindungan Perempuan dan Anak Tahun 2026 yang digelar Forum Anak Kabupaten Bintan bersama Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3KB Kabupaten Bintan, Sabtu (8/8/2026) lalu.

Mengusung tema “Payung Teduh Masa Depan: Lindungi Perempuan dan Anak dari Segala Bentuk Kekerasan”, kegiatan yang dipusatkan di kawasan Taman Relief Antam Kijang itu menjadi momentum untuk mengajak masyarakat lebih peka terhadap berbagai bentuk kekerasan yang dapat mengancam perempuan dan anak.

Kampanye diawali dengan Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Bintan. Deklarasi tersebut melibatkan berbagai instansi dan elemen masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama untuk mencegah sekaligus menghapus kekerasan terhadap kelompok rentan.

Pesan perlindungan kemudian dibawa langsung ke tengah masyarakat melalui aksi long march dari Taman Relief Antam Kijang menuju Pasar Berdikari Kijang.

Sepanjang perjalanan, para peserta menyampaikan pesan-pesan edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Sejumlah leaflet juga dibagikan kepada masyarakat yang ditemui, berisi informasi mengenai upaya pencegahan kekerasan serta saluran pengaduan yang dapat digunakan apabila terjadi atau ditemukan kasus kekerasan.

Kepala DP3KB Kabupaten Bintan, Aryati, mengatakan istilah Payung Teduh menjadi simbol semangat bersama untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan naungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan agar masa depan Kabupaten Bintan semakin cemerlang,” ujarnya.

Menurutnya, menciptakan rasa aman bagi perempuan dan anak tidak cukup hanya melalui kampanye. Dibutuhkan kepedulian, keberanian untuk bertindak, serta kerja sama berbagai pihak agar setiap potensi kekerasan dapat dicegah sedini mungkin.

Kampanye ini pun melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kepolisian, Kecamatan Bintan Timur, Kelurahan Kijang Kota, PATBM, PUSPAGA Bahtera Bintan, PMI Kabupaten Bintan hingga Forum Anak Bintan.

“Keterlibatan lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan yang lebih kuat. Sebab, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat ditangani oleh satu lembaga saja,” tuturnya.

Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, keluarga hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan perempuan dan anak dapat menjalani kehidupan di lingkungan yang aman, nyaman dan bebas dari ancaman kekerasan.

Melalui kampanye ini, masyarakat juga diajak untuk tidak memilih diam ketika mengetahui adanya dugaan kekerasan. Keberanian untuk melapor dan kepedulian terhadap orang di sekitar menjadi langkah penting untuk memutus mata rantai kekerasan. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *