Example 728x250
NASIONAL

Timwas DPR Soroti Hotel Haji di Makkah: Kamar Overkapasitas hingga Obat Menipis

12
×

Timwas DPR Soroti Hotel Haji di Makkah: Kamar Overkapasitas hingga Obat Menipis

Sebarkan artikel ini
Anggota Timwas Haji DPR RI, Sri Wulan, menemukan sejumlah persoalan pelayanan jemaah haji saat melakukan peninjauan di Hotel 502 Safwat Alshuruq, Sektor 5 Raudhah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026). (F-DPR RI)

Mekkah (SN) – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Sri Wulan, menemukan sejumlah persoalan pelayanan jemaah haji saat melakukan peninjauan di Hotel 502 Safwat Alshuruq, Sektor 5 Raudhah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026).

Mulai dari kapasitas kamar yang melebihi ketentuan, minimnya asupan sayur dalam katering, hingga keterbatasan stok obat-obatan menjadi sorotan utama dalam kunjungan tersebut.

Temuan paling mencolok adalah adanya kamar hotel yang diisi lima jemaah, padahal berdasarkan kesepakatan Panitia Kerja (Panja), setiap kamar hanya diperuntukkan bagi empat orang. Kondisi itu dinilai berpotensi mengurangi kenyamanan sekaligus membahayakan keselamatan jemaah, terutama jika terjadi keadaan darurat.

“Setelah kunjungan kita ke Hotel 502, kita ketemu ternyata memang ada kapasitas kamar yang seharusnya itu empat tetapi diisi lima,” ujar Sri Wulan dikutip dari laman resmi DPR RI.

Menurutnya, ukuran kamar yang ditempati lima orang sama dengan kamar berkapasitas empat orang. Karena itu, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele, terutama terkait akses dan proses evakuasi jemaah.

“Kenapa kita bilang seharusnya? Karena yang diisi lima pun sama ukurannya dengan yang diisi empat. Oleh sebab itu, ini kan terkait evakuasi,” jelasnya.

Tak hanya soal penginapan, Timwas DPR RI juga menerima berbagai keluhan terkait layanan konsumsi. Sejumlah jemaah mengaku menu makanan yang disediakan minim sayuran, sehingga berdampak pada kondisi kesehatan mereka.

“Banyak juga yang dari jamaah tadi menyampaikan kurang sayur sehingga dia tidak bisa atau terhambat untuk BAB,” katanya.

Di sektor kesehatan, Sri Wulan mengungkapkan bahwa stok obat-obatan di hotel tersebut juga tidak memadai. Berdasarkan dialog dengan tenaga kesehatan setempat, sejumlah obat ringan seperti parasetamol dilaporkan habis.

“Tadi kita berbicara dengan dokter yang ada di sini. Banyak masalah kesehatan, tapi yang perlu kita ingat bahwa stok obat itu tidak memadai. Ada beberapa obat, boleh dikatakan hampir setengah keseluruhan obat habis,” ungkapnya.

Kondisi itu dinilai dapat menghambat penanganan awal bagi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan ringan seperti flu dan batuk. Karena itu, Timwas DPR RI mendesak agar kebutuhan obat-obatan segera dipenuhi demi menjaga kesehatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

“Oleh sebab itu, ini yang dijadikan catatan penting bahwa kebutuhan obat harus tersedia sebagaimana mestinya,” tegas Sri Wulan.

Meski belum memperoleh data pasti terkait jumlah kamar yang diisi lima orang, Sri Wulan menilai temuan tersebut cukup menggambarkan masih adanya persoalan dalam penempatan jemaah di hotel-hotel haji di Makkah. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *