Ramadhan Sehat dan Produktif, Atur Pola Makan dengan Gizi Seimbang

Selama bulan Ramadhan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa jelas akan merubah pola makan dan tidur, sehingga harus beradaptasi dengan pla tersebut. (F-Net RS Pondok Indah)

Ramadan (SN) – Selama bulan Ramadhan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan dahaga kurang lebih 14 jam setiap hari. Tubuh yang biasanya menerima asupan makanan dan minuman secara teratur, kini harus beradaptasi dengan perubahan besar mulai dari pola makan hingga pola tidur.

Aktivitas sahur di dini hari membuat waktu istirahat ikut bergeser, sementara jadwal makan yang semula tiga kali sehari berubah menjadi dua kali, yakni saat sahur dan berbuka.

Perubahan ini tentu bukan hal sepele. Jika tidak disertai pengaturan yang tepat, kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan. Padahal, selain bernilai ibadah, puasa di bulan Ramadhan juga menyimpan berbagai manfaat bagi tubuh, seperti membantu proses detoksifikasi alami dan mengatur kembali pola metabolisme.

Agar manfaat tersebut benar-benar dirasakan, kunci utamanya terletak pada pengaturan pola makan yang seimbang. Tubuh tetap membutuhkan energi, vitamin, dan mineral yang cukup agar dapat menjalankan aktivitas harian dan ibadah dengan optimal.

Nutrisionis dari RSUP Dr. M. Djamil, Nindy, S.Gz, menjelaskan bahwa konsep gizi seimbang sangat penting diterapkan selama berpuasa. Gizi seimbang merupakan pola konsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral.

“Salah satu pedoman gizi seimbang yang tepat adalah konsep Isi Piringku. Dalam konsep ini, makanan dibagi menjadi setengah porsi piring untuk sayur dan buah, seperempat porsi untuk protein, dan seperempat porsi untuk karbohidrat,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan tubuh dengan cukup minum saat sahur dan berbuka. Konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak sebaiknya tidak berlebihan agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.

Menurut Nindy, asupan gizi yang seimbang akan membantu menjaga cadangan energi sehingga tubuh tetap kuat menjalani aktivitas dan ibadah.

“Dengan pola makan yang tepat, puasa bukan hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga kesempatan untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat,” sebutnya. (***)

Sumber : Kemenkes

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *