Batam (SN) – Genap setahun sejak dilantik oleh Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Walikota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Walikota Li Claudia Chandra menorehkan sejumlah capaian signifikan bagi Kota Batam.
Dalam kurun waktu satu tahun, duet Amsakar–Li Claudia dinilai berhasil memperkuat fondasi ekonomi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam dialog refleksi satu tahun kepemimpinan di Kantor Walikota, Jumat (20/2/2026), Amsakar memaparkan indikator makro pembangunan yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan III 2025 tercatat 6,89 persen melampaui rata-rata provinsi dan nasional. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam kian kokoh sebagai motor pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.
Stabilitas iklim investasi menjadi salah satu kunci. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini mempertegas posisi Batam sebagai destinasi unggulan bagi investor, terutama di sektor industri, perdagangan, dan jasa.
Dampak pertumbuhan tersebut mulai terasa di lapangan. Tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen—terendah dalam lima tahun terakhir. Tingkat Pengangguran Terbuka juga menyusut menjadi 7,57 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 83,80, mencerminkan kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
“Alhamdulillah, dalam satu tahun ini kerja bersama mulai menunjukkan hasil nyata. Pertumbuhan ekonomi meningkat, investasi melampaui target, dan kesejahteraan masyarakat membaik. Ini merupakan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujar Amsakar.
Di bidang kesehatan, Pemerintah Kota Batam meluncurkan program pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 24.348 pekerja rentan. Cakupan JKN-KIS kini mencapai 97,86 persen penduduk dan mengantarkan Batam meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Pratama.
Sektor pendidikan pun tak luput dari perhatian. Sebanyak 105.670 stel seragam sekolah gratis dibagikan kepada siswa baru SD dan SMP. Pemerintah juga membangun 42 ruang kelas baru dan dua unit sekolah, serta menyalurkan beasiswa kepada 205 mahasiswa, khususnya dari wilayah hinterland dan keluarga kurang mampu.
Untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, Pemko Batam menggulirkan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi 1.500 pelaku UMKM. Program pelatihan tenaga kerja dan pengembangan industri kreatif juga diperluas dengan melibatkan ribuan peserta setiap tahun, guna meningkatkan daya saing SDM lokal.
Deretan capaian tersebut turut mengantarkan Batam meraih berbagai penghargaan tingkat nasional dan provinsi, seperti Kota Layak Anak kategori Nindya, Indeks Harmoni Indonesia, serta penghargaan Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan.
Meski demikian, Amsakar mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, terutama pengelolaan sampah, penanganan banjir di sejumlah titik rawan, serta optimalisasi layanan air bersih yang dikelola bersama BP Batam.
Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari penanganan 18 titik krisis air, pembangunan rumah pompa banjir, normalisasi drainase, hingga pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
“Kami tidak menutup mata bahwa masih ada tantangan. Persoalan sampah, banjir, dan air bersih menjadi prioritas yang kami selesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya.
Senada, Li Claudia menekankan bahwa seluruh program yang dijalankan berorientasi pada pembangunan inklusif dan merata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung agenda pembangunan agar Batam semakin tertata, bersih, dan berkelanjutan.
Satu tahun pertama kepemimpinan Amsakar–Li Claudia menjadi fondasi penting. Dengan capaian ekonomi yang menguat dan indikator kesejahteraan yang membaik, Batam menatap tahun-tahun berikutnya dengan optimisme menuju kota industri dan jasa yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun regional. (***)

