Jelang Ramadan, Lis Darmansyah Tekankan Dakwah Relevan dan Menginspirasi

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengajak para mubaligh dan mubalighah di Tanjungpinang untuk mempersiapkan diri secara optimal menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pelatihan Mubaligh dan Muballighah Tahun 2026 digelar di Hotel Bintan Plaza, Kamis (12/2/2026). (F-Dikominfo Tpi)

Tanjungpinang (SN) – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengajak para mubaligh dan mubalighah di Tanjungpinang untuk mempersiapkan diri secara optimal menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Ajakan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Mubaligh dan Muballighah Tahun 2026 yang digelar di Hotel Bintan Plaza, Kamis (12/2/2026).

Sebanyak 325 peserta yang terdiri dari mubaligh, mubalighah, serta ketua DKM yang tergabung dalam FKM Kota Tanjungpinang tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan pengisian dakwah di masjid dan musala selama Ramadan berjalan optimal, tertata, dan menyentuh kebutuhan umat.

Dalam arahannya, Lis menekankan pentingnya kesiapan materi dan pendekatan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan landasan utama pada Al-Qur’an dan hadis Nabi. Menurutnya, mubaligh tidak hanya dituntut menyampaikan ceramah yang baik dari sisi isi, tetapi juga memastikan pesan yang disampaikan dapat didengar dengan jelas dan dipahami oleh seluruh jemaah.

“Dakwah harus mampu menjawab tantangan zaman, namun tetap kokoh pada nilai-nilai syariat. Pastikan pesan tersampaikan dengan baik agar memberi dampak nyata bagi jemaah,” ujarnya.

Lis juga menegaskan, peran mubaligh dan mubalighah tidak sebatas meningkatkan kualitas ibadah umat selama Ramadan. Lebih dari itu, mereka menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia serta memperkuat iman dan takwa masyarakat.

“Peran mubaligh dan muballighah sangat penting untuk membentuk karakter masyarakat yang berakhlak. Dengan begitu, Tanjungpinang dapat menjadi negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen dalam menjalankan jadwal ceramah. Apabila berhalangan hadir karena sakit atau kendala jarak, para penceramah diminta segera berkoordinasi dengan FKM agar dapat diatur pengganti atau penyesuaian jadwal. Hal ini dilakukan agar tidak ada masjid atau musala yang kosong tanpa pengisi tausiyah selama Ramadan.

Menjelang datangnya bulan suci, Lis menyampaikan ucapan marhaban ya Ramadan serta memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat.

“Semoga kita semua diberi kesehatan dan kekuatan untuk menunaikan ibadah hingga akhir Ramadan, dan dipertemukan kembali dengan Ramadan 1448 Hijriah,” tuturnya.

Usai pembekalan, Walikota berdialog langsung dengan para mubaligh dan mubalighah untuk menyerap aspirasi, mendengar kendala di lapangan, serta mencari solusi konkret demi mendukung kelancaran dakwah selama Ramadan. (***)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *