Tanjungpinang (SN) – Maraknya aksi balap liar yang kerap meresahkan warga di sejumlah ruas jalan Kota Tanjungpinang mendorong kepolisian mengambil langkah berbeda. Tak sekadar penindakan, Polresta Tanjungpinang memilih pendekatan solutif dengan menghadirkan ajang balap resmi bertajuk Kapolresta Tanjungpinang Championship 2026, yang memperebutkan Piala Kapolresta Tanjungpinang.
Kejuaraan road race bergengsi ini digelar di sirkuit non permanen Pulau Dompak, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, selama dua hari, Sabtu dan Minggu (7–8/2/2026). Event ini sukses menyedot perhatian ratusan pembalap dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau, bahkan diikuti peserta dari luar daerah.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, menegaskan bahwa ajang ini menjadi ruang positif dan aman bagi para pecinta kecepatan, sekaligus langkah konkret untuk menekan aksi balap liar di jalan umum.
“Melalui event road race ini, kami ingin memberikan wadah resmi dan legal bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi dan bakatnya. Harapannya, tidak ada lagi balapan liar yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Kombes Indra, Minggu (8/2/2026).
Dalam Kapolresta Tanjungpinang Cup 2026, para pembalap berlaga di 13 kelas lomba, mulai dari kategori open, pemula, lokal Kepri non prestasi, hingga kelas khusus ex rider usia di atas 35 tahun. Beragam kelas tersebut dirancang untuk menjaring talenta baru sekaligus memberi ruang kompetisi yang adil bagi seluruh peserta.
Ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara Polresta Tanjungpinang dan Pemerintah Kota Tanjungpinang sebagai bagian dari strategi pembinaan bakat muda di bidang otomotif.
“Kami berharap dari event ini akan lahir pembalap-pembalap potensial asal Tanjungpinang yang ke depan mampu bersaing di level nasional, bahkan internasional,” tambah Kapolresta.
Apresiasi juga datang dari Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. Menurutnya, kejuaraan road race tidak hanya berdampak pada pembinaan generasi muda, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pengembangan sport tourism.
“Event seperti ini bisa menjadi daya tarik wisata olahraga. Selain menyalurkan bakat anak muda, juga mampu menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari UMKM hingga sektor pariwisata,” ujarnya.
Pemerintah Kota Tanjungpinang, lanjut Lis, saat ini tengah mengkaji rencana pembangunan sirkuit permanen yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai cabang olahraga balap motor, seperti road race dan motocross.
Melalui Kapolresta Tanjungpinang Cup 2026, diharapkan pembinaan atlet otomotif dapat berjalan lebih terarah, prestasi dapat diraih, dan praktik balap liar yang selama ini meresahkan masyarakat perlahan dapat ditekan. (ML)

