Tembus 2 Juta, Wisman ke Kepri Lampaui Target RPJMD dan Cetak Rekor Pascapandemi

Wisman asal Singapura saat berada di objek wisata Lagoi, Bintan beberapa waktu lalu. (Foto: zulfikar-sketsanews)

Tanjungpinang (SN) – Arus wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau kembali bergerak deras.

Setelah lima tahun terpukul pandemi Covid-19, Kepri mencatat tonggak pemulihan penting. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, jumlah kunjungan wisman menembus 2.027.037 orang, menjadi capaian tertinggi sejak 2020.

Data tersebut tertuang dalam Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, yang dirilis Senin, 2 Februari 2026. Secara tahunan, kunjungan wisman ke Kepri tumbuh 21,59 persen dibandingkan 2024.

Lonjakan ini mengonfirmasi posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu gerbang utama pariwisata internasional Indonesia, terutama bagi wisatawan regional Asia Tenggara.

Singapura Masih Jadi Penyumbang Terbesar Wisman ke Kepri
BPS mencatat, wisatawan asal Singapura masih mendominasi kunjungan wisman ke Kepri. Pada Desember 2025 saja, kontribusinya mencapai 53,2 persen atau sekitar 131,5 ribu kunjungan.

Posisi kedua ditempati Malaysia dengan porsi 24,3 persen atau sekitar 60 ribu kunjungan. Dua negara ini menjadi penopang utama pemulihan sektor pariwisata Kepulauan Riau.

Sementara itu, wisman asal Tiongkok menyumbang 3,1 persen dari total kunjungan. Disusul wisatawan dari India dan Filipina dengan porsi yang lebih kecil. Wisman dari negara lain secara kolektif menyumbang 15,2 persen kunjungan ke Kepri.

Komposisi ini menunjukkan karakter pariwisata Kepri yang masih sangat bergantung pada pasar regional, terutama negara-negara bertetangga.

Batam Tetap Jadi Gerbang Utama Wisman
Dari sisi pintu masuk, Batam masih memegang peran sentral sebagai gerbang utama wisman ke Kepulauan Riau. Sepanjang Desember 2025, Batam mencatat 195.525 kunjungan wisman, jauh melampaui daerah lainnya.

Di bawah Batam, Bintan mencatat 35.187 kunjungan, disusul Karimun dengan 10.212 kunjungan, serta Tanjungpinang sebanyak 6.076 kunjungan.

Bintan Catat Pertumbuhan Tertinggi
Secara bulanan (month-to-month), Bintan justru mencatat pertumbuhan wisman paling agresif. Pada Desember 2025, kunjungan wisman ke Bintan melonjak 108,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Batam menyusul dengan pertumbuhan 53,15 persen, Karimun 28,65 persen, dan Tanjungpinang tumbuh lebih moderat sebesar 24,51 persen.

Lonjakan di Bintan mengindikasikan mulai pulihnya destinasi resor dan wisata bahari, yang sempat lesu selama pandemi.

Realisasi Lampaui Target RPJMD Kepri
Capaian wisman sepanjang 2025 ini sekaligus melampaui target Pemprov Kepri dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pemerintah daerah sebelumnya menargetkan 1,7 juta kunjungan wisman, namun realisasi menembus angka dua juta.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, menyebut target kunjungan wisatawan Kepri tergolong ambisius. Ia mengacu pada target nasional dari Kementerian Pariwisata RI, yang menargetkan 5,9 juta wisatawan ke Kepri, terdiri dari 2,4 juta wisman dan 3,5 juta wisatawan nusantara (wisnus).

“Target RPJMD 2025 menetapkan 1,7 juta wisman dan 2,2 juta wisnus,” kata Hasan, pada Oktober 2025 lalu.

Event Besar dan Promosi Digital Jadi Kunci
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Pariwisata Kepri menggelar sejumlah event berskala besar sepanjang 2025. Pemerintah daerah juga memperkuat promosi melalui media sosial, travel fair, serta kerja sama dengan agen perjalanan.

Strategi ini melibatkan komunitas lokal dan pelaku UMKM sebagai bagian dari ekosistem pariwisata.

“Tujuannya meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Hasan.

Pemprov Kepri berharap tren pemulihan ini berlanjut pada 2026, seiring meningkatnya konektivitas, event internasional, dan stabilitas sektor pariwisata regional.

Penulis: Zulfikar

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *