
Batam (SN) – Semangat persaudaraan dan sportivitas menjadi napas utama dalam gelaran 3rd International Batam Pencak Silat Open Championship 2025, yang berlangsung meriah di Aula Lantai 2 Mall Boronia 2, Batam, pada 6–9 November 2025.
Ajang bergengsi ini menghadirkan pertarungan teknik, strategi, dan mental dari 1.300 pesilat mewakili 80 kontingen asal 7 negara dan 10 provinsi di Indonesia.
Negara-negara yang ambil bagian antara lain Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Timor Leste, Jepang, Thailand, dan tentu saja Indonesia sebagai tuan rumah. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kejuaraan ini menjadi bukti nyata bahwa Batam semakin kokoh sebagai pusat olahraga internasional di kawasan Kepulauan Riau.
Dari Kota Tanjungpinang, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Garuda tampil dengan semangat membara. Di bawah asuhan Brandes Yusuf Mamuaya dan Ahmad Taufiq Hidayatullah (Mas Kemat), sebanyak 20 atlet muda turun gelanggang membawa kebanggaan dan tekad pantang menyerah.
Meski hanya berlatih intens kurang dari delapan bulan, hasil yang dicapai sungguh luar biasa—Rayon Garuda pulang dengan panen medali, sebagian besar berwarna emas.
“Meski waktu latihan terbatas, keyakinan dan kerja keras mereka membuahkan hasil yang luar biasa,” ungkap Brandes, pelatih bersertifikat nasional di cabang Wushu dan Kick Boxing, dengan rasa bangga.
Pendamping pelatih, Mas Kemat, turut memaparkan daftar para pesilat muda yang berhasil mengharumkan nama Rayon Garuda:
- Suciati Nurhidayah – Emas (Kelas C Remaja Putri),
- Muhammad Fadillah – Emas (Kelas D Pra Remaja Putra)
- Abraham Al Qudri Hidayat – Emas (Kelas D Pra Remaja Putra)
- Firman Saputra Niron – Emas (Pra Remaja Mini Putra)
- Nabila Putri Riyani – Emas (Kelas A Pra Remaja Putri)
- Kanza Rizqiany Hafizah – Emas (Kelas A Pra Remaja Putri)
- Citra Nazwa Tusyadiah – Emas (Kelas A Usia Dini 2)
- Almudzaky Pratama – Emas (Kelas A Pra Remaja)
Selain deretan emas, sejumlah atlet lainnya juga berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu, hasil dari perjuangan tanpa pamrih dan disiplin tinggi.
Yang tak kalah membanggakan, seluruh proses perjuangan mulai dari latihan, keberangkatan, hingga kepulangan dibiayai secara mandiri oleh Rayon Garuda.
“Kami tidak bergantung pada pemerintah maupun pihak cabang. Semua murni dari kas internal dan dukungan orang tua atlet,” tegas Brandes.
Sikap tegas juga disampaikan oleh Mas Kemat. “Kami menolak jika kemenangan ini ditunggangi pihak yang tidak terlibat. Semua ini hasil keringat, kerja keras, dan semangat para atlet serta pelatih Rayon Garuda.”
Prestasi di ajang internasional ini menambah daftar panjang kejayaan PSHT Rayon Garuda. Hingga November 2025, mereka telah mengoleksi 272 medali emas, 215 perak, dan 86 perunggu sebuah pencapaian luar biasa yang menegaskan konsistensi, dedikasi, dan cinta terhadap olahraga warisan bangsa Pencak Silat. (YN-SN)
Editor : M Nazarullah
