
Jakarta (SN) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pemerataan distribusi logistik nasional melalui peran strategis anak usahanya, PT Jembatan Nusantara (JN). Hal ini ditegaskan langsung oleh Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam pernyataannya pada Senin (8/9/2025).
“Sebagai bagian dari keluarga besar ASDP, Jembatan Nusantara adalah mitra penting dalam menjamin kelancaran pergerakan orang, barang, dan logistik elemen vital dalam perekonomian nasional. Kami ingin memastikan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan, tetap memiliki akses transportasi yang terjangkau, andal, dan aman,” ujar Heru.
Baca Juga : DPR Pastikan Beras Bantuan Tak Layak Bisa Diganti: Warga Diminta Aktif Melapor
ASDP saat ini mengoperasikan 207 lintasan perintis yang menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), yang masih sangat bergantung pada moda transportasi laut, khususnya kapal ferry. Lintasan ini menjadi jalur utama dalam mengalirkan kebutuhan pokok hingga layanan kesehatan ke berbagai penjuru negeri.
Dalam ekosistem ini, JN memainkan peran krusial sebagai penghubung jalur utama antar-pulau, memperkuat ‘tulang punggung’ logistik nasional. Sementara itu, ASDP menjaga agar akses transportasi terus menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dijangkau daratan. Kolaborasi keduanya menciptakan jaringan transportasi ferry yang saling melengkapi, mendukung arus barang dan penumpang dari pusat ekonomi hingga pelosok negeri.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin, menambahkan bahwa sinergi antara ASDP dan JN bukan hanya soal efisiensi penyeberangan, melainkan juga tentang pemerataan pembangunan.
“Konektivitas inilah yang menjadi fondasi penting bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketika logistik lancar, roda ekonomi lokal akan terus berputar,” jelas Shelvy.
Dengan penguatan armada JN serta jangkauan ASDP di lintasan perintis, keduanya berkomitmen menghadirkan sistem transportasi yang inklusif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Keberadaan layanan ferry, baik di rute utama maupun rute 3T, diyakini sebagai solusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan, stabilitas logistik, dan meningkatkan daya saing daerah.
“Ke depan, kami akan terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat serta dinamika logistik nasional. Fokus kami tetap pada terciptanya konektivitas yang inklusif, andal, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Shelvy. (SN)
Sumber : ASDP
Editor : Mukhamad
