Ribuan Kasus Kebakaran dan Penyelamatan Tuntas Ditangani Satuan Damkar

Satdamkar saat rakornas foto bersama di Jakarta, Selasa (27/2/2023). Ribuan kebakaran dan non kebakaran diselesaikan tim damkar di seluruh Indonesia (F/Puspen Kemendagri)

Jakarta (SN) – Ribuan kasus kebakaran dan penyelamatan pada tahun 2022 lalu tuntas diselesaikan  satuan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di seluruh Indonesia.

“Sepanjang tahun 2022 satuan damkar telah menangani 17.672 operasi pemadaman kebakaran dan 53.110 operasi penyelamatan non-kebakaran, atau bila diakumulasikan sebanyak 70.782 di seluruh Indonesia,” ungkap Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA saat membuka Rakornas Satdamkar di Jakarta, Selasa (28/2/2023).

Satuan pemadam kebakaran dan penyelamatan lanjutnya, adalah garda terdepan untuk menjamin ketentraman dan perlindungan masyarakat dalam menjalankan seluruh aktivitasnya, khususnya aktivitas perekonomian dari ancaman risiko dan bahaya kebakaran.

“Untuk itu, pemerintah daerah harus benar-benar peka dalam memaknai pelaksanaan urusan wajib pelayanan dasar yang salah satu sub urusannya adalah kebakaran,” terangnya.

Perlu diketahui tambahnya, selain melakukan tugas pemadaman dan pengendalian kebakaran, satuan damkar juga melaksanakan tugas penyelamatan non-kebakaran untuk menangani kejadian-kejadian yang  membahayakan manusia.

“Bentuk tugas pemadaman kebakaran dan penyelamatan ini benar-benar nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Operasi penyelamatan non-kebakaran tersebut dilanjutkannya, terbilang sangat dinamis dan variatif, mulai dari animal rescue, seperti penanganan sarang tawon, penanganan ular, dan hewan liar lainnya.

Ada pula penyelamatan kecelakaan transportasi atau vertical rescue, sampai kejadian masyarakat sehari-hari seperti pelepasan cincin, anak terjepit, hingga penanganan barang-barang pribadi masyarakat yang terjatuh dalam gorong-gorong.

“Peran vital satuan damkar semakin aktual dan nyata dirasakan oleh masyarakat. Namun sayangnya dari aspek kelembagaan maupun personel masih minim, maka dari itu tahun ini akan segera dibuka formasi untuk menjadi PPPK Damkar sebanyak 3.217 orang yang terdiri dari pemadam kebakaran pemula, terampil, dan ahli kebakaran pertama,” sambungnya.

Di samping itu, peran damkar juga terlihat saat penanganan Covid-19, terutama dalam membantu penyemprotan disinfektan di tempat terbuka maupun tertutup. Peran ini dinilai semakin relevan dengan momentum kebangkitan pasca-terkendalinya pandemi Covid-19.

Pada momen tersebut, upaya pemulihan ekonomi nasional dilaksanakan secara masif di berbagai sektor untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dalam konteks tersebut, upaya pemulihan perlu didukung dengan mitigasi risiko kebakaran.

Fire resilience index atau firli harus menjadi instrumen utama untuk memetakan potensi ancaman kebakaran sekaligus kekuatan satdamkar di daerah.

“Galang solidaritas relawan pemadam kebakaran atau redkar untuk melipatgandakan kekuatan dan pemenuhan kapasitas percepatan response time pemadaman kebakaran dan penyelamatan,” pungkas Safrizal. (SN)

Sumber : Puspen Kemendagri

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *