Cabjari Natuna di Tarempa Gelar Program Jaksa Menjawab

Cabjari Natuna di Tarempa menggelar program Jaksa Menjawab dengan masyarakat Anamabas, Kamis (26/1/2023) (F/Dok Cabjari Natuna)

Anambas (SN) – Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Natuna di Tarempa menggelar program Jaksa Menjawab (JM) di kedai Kopi Mak Alang, Anambas, Kamis (26/1/2023).

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang hukum sekaligus menjadikan jaksa dekat dan menjadi teman curhat  masyarakat.

Terjadi diskusi hangat pada acara tersebut, karena sejumlah masyarakat tanpa segan bertanya kepada Kepala Cabjari Natuna di Tarempa Roy Huffington Harahap yang terjun langsung menjawab pertanyaan warga terkait hukum serta aturannya.

“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat luar biasa, merekapun tak segan untuk bertanya tentang hukum dan sejumlah kejadian  tersangkut hukum yang ada di Kepulauan Anambas,” ujar Roy di Tarempa.

Ia menjelaskan, program jaksa menjawab sejatinya merupakan program yang secara hirarki dari Kejaksaan Agung yang turunannya ke Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri hingga ke Cabang Kejaksaan Negeri.

“Program jaksa menjawab merupakan cara korp Adhyaksa untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, agar jaksa tidak ditakuti, namun menjadi teman konsultasi bagi masyarakat dalam menghadapi persoalan hukum,” jelasnya

Lebih lanjut kata Roy, biasanya program jaksa menjawab dilakukan setiap hari Minggu, usai warga berolahraga, sambil mengobrol santai.

Tapi untuk di Anambas hal ini berbeda, karena Cabjari Natuna di Tarempa telah melakukannya, bahkan pojok layanan masyarakat yang ada di kantor Cabjari Natuna di Tarempa mampu merubah image dan telah menjadi tempat konsultasi bagi para masyarakat Anambas yang didominasi oleh nelayan.

Seyogyanya tambah Roy, program jaksa menjawab merupakan salah satu program kejaksaan karena selain itu juga terdapat program lain seperti jaksa nasuk sekolah, jaksa masuk  pesantren, jaksa masuk desa dan lainnya.

“Meski berada di perbatasan animo  dan keinginan masyarakat sangat luar biasa, sehingga Cabjari Natuna di Tarempa yang dulunya menjadi tempat yang angker dan tabu untuk didatangi, berubah menjadi tempat mengadu dan berbagi cerita untuk masyarakat,” paparnya.

Sejumlah persoalan sampai Kacab,  ditanyakan kepada masyarakat saat acara digelar seperti masalah KDRT, persoalan lahan, dan masalah hukum lain yang ingin diketahui oleh masyarakat.

“Luar biasanya bahkan pertanyaan seputar pajak juga disampaikan, apa hukumnya bila lalai terhadap pajak serta lainnya,” tuturnya.

Roy berharap kegiatan JM yang menjadi program kejaksaan dapat menyentuh lapisan masyarakat paling bawah yang berada di perbatasan NKRI

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin meski berada  diperbatasan negara masyarakat Anambas tau hukum dan taat akan hukum,” ujarnya. (Ma)

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *